Persetan dengan IJAZAH

“PERSETAN DENGAN IJAZAH”, ya itu yang pernah ane tulis di milist TDA Bekasi. Bukannya benci sama pendidikan, tapi benci sama mahalnya pendidikan dan sistem IJAZAH sebagai parameter untuk berbagai hal, seperti melamar kerja pegawai negeri atau swasta, untuk meneruskan jenjang sekolah, berbagai lomba keilmuan dan masih banyak hal.

Banyak teman ane yang putus sekolah atau tidak bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi yang sulit bekerja. Padahal kalau mau di adu sama yang dilehernya ada gelar sarjana, ane yakin, temen ane gak kalah bahkan bisa ngalahin barangkali.

Sebut aja Pandut, sahabat saya yang satu ini sejak masih SMA sama-sama di Bekasi sudah kelihatan kelebihannya. Dia tidak punya komputer sama sekali, tapi sejak SMP dia sudah terbiasa dengan yang namanya pemrograman dengan bahasa assembly. Ketika saya tanya dia belajar dari mana?, dia belajar dari buku dan bergaul sama anak yang kuliah, prakteknya dia pinjam komputer temannya yang satu ke teman yang lain bermodalkan disket lembaran saat itu.

Waktu SMA, cuma dia yang sekolah tapi digaji saat itu. Karena bakatnya memperbaiki komputer, dia menjadi teknisi komputer di Sekolah ane. Sampai akhirnya dia pindah ke Ambon, ane berpisah di kelas 3 SMA. Setelah cukup lama gak ketemu, tiba-tiba dia datang kerumah beberapa tahun kemudian. Dia berhasil kabur dari kerusuhan Ambon Tahun 1998. Semenjak itu dia tinggal bareng dirumah ane.

Dia mau kuliah, tapi tidak punya dana dan yang paling vital tidak punya IJAZAH. Apa boleh buat, akhirnya ane sempat berkelana istilahnya, sama Pandut. Sampai akhirnya kami terdampar di rumah salah satu pemilik Judi Togel dibilangan Jakarta Timur saat itu. Kami berdua sempat tinggal disana dan akhirnya ane berpisah karena tidak sejalan, tapi ane masih sering kontak. Dia kerja disana, membuat program untuk mengeluarkan nomor judi yang dipasang paling sedikit, termasuk ane juga bantuin membuat buku tafsir mimpi buat ngecak togel. (Makanya kadang-kadang ane suka mau nangis campur ketawa kalau ada yang percaya sama buku tafsir mimpi togel).

Akhirnya saat ini dia sudah tidak pernah kontak dan begitupun ane, tapi kabar terakhir dia sudah lama sekali tidak kerja dengan hal-hal yang berbau-bau haram, tobat istilahnya, walaupun sempat mendarat dipelukan mafia. Dia sekarang sudah cukup maju, punya 5 warnet di Jakarta dan dia meremote semua warnetnya dari rumahnya sambil bermain-main sama keluarganya.

Ini hanya segelintir kisah diantara banyak kisah-kisah nyata korban sistem IJAZAH dan mahalnya pendidikan. Ane cuma bisa berharap, semoga suatu saat tidak terjadi perbedaan lagi antara si pemilik IJAZAH dengan yang tidak. Bahkan kalau bisa semua berparameter dengan skill. Oh iya satu lagi, kalau bisa sekolah gak mahal lagi.

Sebaik-baiknya IJAZAH adalah IJAZAH Kehidupan dengan titel ALM.

Salam Persetan

Iklan
  1. Ya persetan dengan ijazah.

  1. Agustus 16th, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: