Ane gak punya KOMPETITOR

Kalau didunia konveksi atau dunia penjahat eh penjahit, udah menjadi rahasia umum saling bagi-bagi proyek atau orderan. “Bos ane lagi kosong nih, bagi-bagi orderan dong”, kalimat ini juga bagi ane sudah menjadi hal yang lumrah ane dengar. “Ah yang bener ??” yah itu sih yang ane tahu, gak tau deh kalau dengan yang lain. Prinsip ane selama kita yakin Rezeki itu sudah disediakan sama yang Maha Pemberi, gak ada tuh yang namanya KOMPETITOR, yang ada semuanya adalah rekan kerja dan itu berlaku disemua bidang.

Malam kemarin ane ketemuan sama rekan usaha, sahabat sekaligus customer ane. “Bos kedepan saya mau buka sendiri konveksinya, karena load udah banyak takut gak keuber sama sampeyan, piye carane?” oh gampang mas nanti ane bantu dari A sampai Z. Ketika customer kita ternyata produksi sendiri, apa lantas dia akan menjadi rival atau kompetitor kita? SALAH BESAR kalau kita berpikir seperti itu, justru harusnya kita memberi support, karena kita masin-masing mempunyai mimpi. Seperti yang saya bilang sebelumnya Allah Maha Pemberi, ketika kita yakini dia akan menjadi Kompetitor, berarti kita sudah tidak lagi percaya kepada Sang Maha Pemberi, semua tinggal tergantung bagaimana kita berusaha. Alhamdulillah akhirnya kita sepakat untuk saling bersinergi dan bergandengan tangan, walaupun kedepannya kita akan menjadi kompetitor rekan kerja dengan jalur yang sama, kita akan saling mendukung dan mengisi kekurangan satu dengan lainnya dengan kata lain bagi-bagi order. Ujung-ujungnya tetap orderan hehehe.

Sebagai contoh lagi bentuk sinergi yang baik antar Kompetitor, ada obrolan pedagang telor :

Pembeli  : Mas telornya berapa sekilo ?
Pedagang : Telor ayam apa telor bebek ?

Pembeli : Telor Ayam aja mas.
Pedagang : Ayam biasa apa Ayam Kampung?

Pembeli : Ayam yang biasa aja.
Pedagang : Yang lokal apa yang impor ?

Pembeli : hmmm yang lokal aja deh.
Pedagang : Lokalnya mau yang dari Jakarta, Bogor apa Depok?

Pembeli : Jakarta … (*mulai kesal sambil garuk-garuk kepala)
Pedagang :Mau yang Jakarta Pusat, Timur, Barat atau Selatan?

Pembeli : Mas ini mau dagang telor apa mau jalan-jalan sih?
Pedagang : Maaf bu, saya sebetulnya pedagang telor sebelah, yang punya dagangan telor ini lagi kebelakang, saya cuma dititipin doang. Dia cuma pesan, nanti kalau ada yang beli ajak ngobrol aja dulu sampe dia dateng. ^_^ wkwkwkwk.

Pada intinya, apakah masih mau menganggap KOMPETITOR itu adalah ancaman ??

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: