Seragam media promosi handal

Dibandingkan brosur atau media cetak lainnya, Media pakaian memiliki power lebih kuat. Brosur hanya dilihat beberapa orang dan kemudian terbuang sia-sia, sedangkan pakaian atau Kaos umumnya akan terus dipakai, ketika  pergi maka akan banyak mata melihat, terlebih lagi yang memakai kaos tersebut merupakan artis atau tokoh terkenal.

Sebagai contohnya, Standart Charter yang harus merogoh kantong sebesar 80 Juta Pounds hanya agar namanya terpampang didada setiap baju pemain Liverpool, Marlboro memajang merknya di dada seorang Casey Stoner atau Michael Schumacer dan masih banyak lagi contoh lainnya. Itu karena mereka sadar betapa besar potensi keuntungan yang didapat jika Brand banyak yang melihat, terlebih banyak kamera yang menangkap brand tersebut.

Apakah harus saat event-event saja baru nama kita terpajang di kaos?. Tidak perlu tunggu ada event, dengan memakaikan seragam kepada karyawan kita saja, sudah salah satu promosi. Pernahkan kita lihat saat-saat banyak orang berangkat dan pulang kerja?, betapa banyak orang yang memakai seragam kerja. Terlihat ada brand di seragam mereka dan secara tidak langsung itu adalah iklan berjalan. Menanamkan memori yang kuat jika setiap hari kita melihatnya.

Ada beberapa tips dari saya, bagaimana membuat iklan melalui seragam menjadi efektif, antara lain :

  1. Usahakan seragam atau kaos yang dikenakan memiliki desain yang bagus sehingga orang-orang tidak bosan untuk melihat. Jika bingung mau seperti apa, bisa konsultasi dan buat di seragam-bola.com, karena bukan hanya membuat kostum bola, tapi juga membuat seragam kerja atau kaos promosi.
  2. Jangan terlalu banyak tulisan, sehingga orang perlu banyak waktu untuk membaca. Ini makanya kalau iklan bersama dalam kaos menurut saya tidak efektif.
  3. To the point dan Fokus, buatlah desain dengan tulisan cukup besar yang langsung mewakili Brand,
  4. Berikan kaos atau seragam ke orang-orang yang profesinya sering ketemu dengan orang atau yang sering ketemu dengan media.
  5. Suruh karyawan pulang dengan masih menggunakan seragam, sehingga banyak orang melihat.

Kapan anda ingin menambah omset? sudah saatnya manfaatkan seragam atau kaos sebagai media promosi, seragam-bola.com (subsidiary of Rafa Konveksi) siap membantu.

Iklan

Hati – hati kirim dengan ekspedisi

Pagi hari Tanggal 8 Desember 2011, saya dapat sharing yang menarik dari teman yang mengerti ekspedisi, berawal dari cerita saya yang pernah kirim barang kostum b0la menggunakan salah satu Ekpedisi terpercaya ke klien, kostum bola yang saya kirim totalnya 35 stel, tapi sampai ditangan klien ternyata hanya 34 stel, padahal sebelumnya sudah saya kroscek terlebih dahulu dan saya yakin itu. Akhirnya teman saya menceritakan bagaimana ekspedisi bekerja, berikut catatan dari saya :

Biasanya memang ada oknum ekpedisi yang nakal, jadi kita perlu hati-hati. Untuk diketahui, pihak ekspedisi darat biasanya akan membongkar paket yang dikirimkan, untuk hak membongkar / memeriksa paket terdapat dalam airways bill. Untuk paket udara tidak dibongkar karena melalui xray bandara.

Hal pembongkaran/ pemeriksaan paket sering dilakukan pihak ekspedisi untuk mengecek kebenaran isi paket, karena banyak juga pengirim menulis isi paket kaos ternyata ada blackberry di dalamnya, ini biasanya dilakukan untuk menghindari bayar asuransi / kena charge lebih mahal. Nah keadaan seperti ini yang sering dimanfaatkan oleh oknum ekspedisi.

Solusinya adalah kita harus buat dokumentasi pengiriman, saya foto keadaan dalam paket sebelum ditutup dan setelah ditutup. Pada saat klien terima kita anjurkan untuk foto keadaan paket tersebut. Jika dirasa janggalbisa laporkan ke pihak ekspedisi. Jika klien komplen tanpa bukti berarti tidak bisa diganti, tapi ini perlu diedukasi ke klient sebelumnya. Jadi disaat komplen kita mempunyai data sehingga kuat.

Jadi kita bisa lebih hati-hati dalam pengiriman dan bisa sama-sama menjaga antara si pengirim dan si penerima.

 

Memancing di Customer Segmen

Ilustrasi MancingCustomer merupakan nafas bagi setiap pelaku usaha, begitu pentingnya customer hingga sebagian pelaku usaha rela melakukan apa saja hingga terpontang panting untuk mendapatkan dan melayaninya, biasanya yang seperti ini  mereka yang tidak tahu sasaran tembaknya. Sebenarnya kita bisa saja mendapatkan dan memberikan kepuasan pelanggan tanpa harus menguras tenaga terlalu banyak, caranya adalah dengan menentukan Customer Segmen.

Menentukan Customer Segmen adalah bagian paling dasar dalam menjalankan sebuah usaha. Dalam Bisnis Model kita harus tahu ini terlebih dahulu sebelum kita melangkah terlalu jauh, agar apa yang kita lakukan nanti lebih tepat sasaran dan tidak mengeluarkan tenaga dan biaya terlalu banyak untuk mendapatkan customer.

Saya coba analogikan dengan olahraga memancing agar lebih mudah dicerna dan diingat. Dalam olahraga memancing yang benar, terlebih dahulu kita harus tetapkan ikan apa yang akan menjadi target kita, karena dengan begitu membuat kita lebih mudah menerapkan strategi apa yang akan kita gunakan.

Jenis Ikan : Jenis ikan apa yang akan kita pancing? dengan begitu kita akan tahu makanan favorit ikan tersebut. Dalam usaha kita bisa menentukan kelompok orang seperti apa yang kita tuju dengan mengetahui kebiasaan, karakter, dan kesukaan, sehingga dengan mudah produk apa yang akan kita keluarkan, sebagai contoh : Pecinta Olahraga, Pecinta Kuliner, Pecinta Otomotif, Peminat Komputer, dll. Dari contoh ini bisa kita break down lagi lebih detail.

Besar Ikan : Setelah kita tahu jenis ikan, maka kita perlu tahu pula besar ikannya, karena kalau kita mau mancing ikan besar tidak mungkin kita menggunakan kail yang kecil, begitu pula sebaliknya. Dalam usaha kita bisa kelompokkan customer dari segi besar atau kecilnya pendapatan, dengan begitu kita bisa tahu harga yang pantas untuk produk kita dengan target yang kita tentukan.

Mungkin bisa saja kita dengan mudah menangkap semua ikan dengan menggunakan Jala, tetapi butuh waktu cukup lama merajut jala atau butuh biaya lebih mahal untuk membeli jala dan membutuhkan tenaga ekstra, begitupun di dunia usaha. Ini hanya sebagian kecil dari banyak cara menentukan Customer Segmen, hanya dengan terus belajar, berusaha dan berdoa maka kita bisa menemukan banyak cara untuk mencapai yang kita tuju.

=======
source gambar : sportfishingart.com
ari zuchri

nb :
kok gaya bahasa jadi berubah sih?
“Jangankan gaya bahasa, manusia saja bisa berubah kapan saja, bahkan hanya dalam hitungan detik”.

Jika kena tilang, maka harus?

Tgl 18 Oktober dipagi hari ane kena tilang, kebetulan ane lupa menyalakan lampu, pas liat dari kejauhan ada polisi langsung ingat dan nyalain lampu. Tapi memang hebat mata polisi, dia bisa lihat walau dari jauh. Langsung ane distop dan basa-basi awal seperti biasa dan intinya ane kena tilang.

Pas didalam pos polisi ane minta untuk bayar langsung ke Bank atau dalam kata lain, ane minta yang slip biru. Tapi anehnya polisi malah mengarahkan saya untuk slip merah, dengan menakut-nakuti biayanya bisa lebih mahal dan segala macam. Padahal  Polisi harusnya memberikan slip biru bila si pelanggar mengakui kesalahannya tanpa harus adu urat leher. Sedikit mengutip dari web lain untuk mengetahui bedanya slip merah dan slip biru.

SLIP MERAH : surat tilang ini diberikan apabila terjadi kesalahan di jalan raya dan pengendara tersebut tidak mengakui kesalahannya (mangkir) yang disebutkan oleh petugas jalan raya (POLANTAS) dan akan dikenakan denda sesuai dengan beratnya kesalahan yang telah dilakukan melalui proses pengadilan.

SLIP BIRU : surat tilang ini diberikan apabila terjadi kesalah di jalan raya dan pengendara mengakui kesalahannya (tidak mangkir) yang disebutkan oleh petugas jalan raya (POLANTAS) dan akan dikenakan denda maksimal Rp 50.600,- (Lima puluh ribu enam ratus rupiah) serta dapat dibayarkan melalui Bank yang ditunjuk tanpa harus melalui proses pengadilan. Yang artinya Rp 50.000,- masuk ke kas negara dan Rp 600,- untuk petugas yang menanganinya dan itupun baru bisa diambil pada bulan berikutnya. Baca lebih lanjut

IJAZAH pesanan orangtua

“Nak sekolah yang tinggi, biar gampang cari kerja” itulah pesan sebagian besar orangtua kepada anaknya yang menyebabkan terbentuknya paradigma di masyarakat kalau mau hidup senang harus punya IJAZAH, apalagi kalau dapat dari Universitas Negeri yang punya nama terkenal.

Apakah dilarang kalau punya pikiran demikian? tentu tidak. Apalagi ada yang berpendapat meraih IJAZAH Perguruan Tinggi adalah amanah orang tua. Tapi apakah tidak menjadi beban dan bahkan sia-sia ketika mendapatkan IJAZAH ternyata tidak menjamin dapat pekerjaan yang layak. “Ente udah disekolahin tinggi-tinggi masih aja nganggur, sono keluar gih cari kerja daripada diem aje dirumah”. Ini sepenggalan komentar yang ane ambil dari sebuah sinetron komedi di televisi yang menjadi potret masyarakat kebanyakan.

Istilah “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina” sudah berubah menjadi “Tuntutlah IJAZAH biar cepat dapet kerja”. Karena apa? yah karena pesan orang tua tersebut yang telah mengontrol pola pikir kita, sehingga merubah fokus kita yang seharusnya mencari Ilmu menjadi mencari Ijazah agar mudah dapat kerja. Bukannya ngajarin ngelawan orangtua, tapi kita harus bisa kasih pengertian ke orangtua.

Pada intinya orangtua hanya ingin kita tidak hidup susah dikemudian hari. Masalah IJAZAH itu nomor ke sekian, kalau mau kuliah fokuslah pada keahlian atau ilmu yang kita inginkan masalah pekerjaan bisa kok tanpa IJAZAH (kapan-kapan ane bagi tipsnya Kerja di Perusahaan tanpa IJAZAH). Apalagi sekarang biaya kuliah mahalnya ampun-ampun deh, sayang kalau cuma dapat IJAZAH doang, mendingan diputerin buat modal usaha hehehe.

Persetan dengan IJAZAH

“PERSETAN DENGAN IJAZAH”, ya itu yang pernah ane tulis di milist TDA Bekasi. Bukannya benci sama pendidikan, tapi benci sama mahalnya pendidikan dan sistem IJAZAH sebagai parameter untuk berbagai hal, seperti melamar kerja pegawai negeri atau swasta, untuk meneruskan jenjang sekolah, berbagai lomba keilmuan dan masih banyak hal.

Banyak teman ane yang putus sekolah atau tidak bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi yang sulit bekerja. Padahal kalau mau di adu sama yang dilehernya ada gelar sarjana, ane yakin, temen ane gak kalah bahkan bisa ngalahin barangkali. Baca lebih lanjut

Ane gak punya KOMPETITOR

Kalau didunia konveksi atau dunia penjahat eh penjahit, udah menjadi rahasia umum saling bagi-bagi proyek atau orderan. “Bos ane lagi kosong nih, bagi-bagi orderan dong”, kalimat ini juga bagi ane sudah menjadi hal yang lumrah ane dengar. “Ah yang bener ??” yah itu sih yang ane tahu, gak tau deh kalau dengan yang lain. Prinsip ane selama kita yakin Rezeki itu sudah disediakan sama yang Maha Pemberi, gak ada tuh yang namanya KOMPETITOR, yang ada semuanya adalah rekan kerja dan itu berlaku disemua bidang. Baca lebih lanjut